![]() |
| MINUMAN TRADISIONAL TERPOPULER AIR MATA PENGANTIN 2018 KABUPATEN INDRAGIRI HULU |
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Monday, 15 October 2018
AIR MATA PENGANTIN (ANUGERAH PESONA INDONESIA 2018)
Dukung Minuman Tradisional Terpopuler dari Kabupaten Indragiri Hulu AIR MATA PENGANTIN dalam Anugerah Pesona Indonesia Award 2018
Saturday, 22 October 2016
Wednesday, 16 March 2016
PARIWISATA INDONESIA MENGGAUNG DI DUNIA
BP_Rengat 16/03/2016 (Repost) Menteri Pariwisata Arief Yahya menjawab keraguan khalayak soal
kemampuan 'menekuk' rival utama Malaysia di Madrid, dalam forum
penghargaan
Monday, 6 January 2014
SALAH SATU DESTINASI WISATA FAVORIT DUNIA, PULAU CANCUN.
SALAH SATU DESTINASI WISATA FAVORIT DUNIA, PULAU CANCUN
To visit Isla Mujeres, is to visit the most idyllic spot in the Caribbean, favored not only for the wonderful weather and stunning views, but also for the hospitable atmosphere experienced from the moment the ferry comes into dock.
As soon as you get off the boat and walk down the main street, you'll experience the warmth of the locals who will greet you kindly with a smile.
Description
The island was so named by Spanish conquerors because of the many clay figurines of females discovered when they came ashore here centuries ago. Isla Mujeres is located off the coast of Cancun, separated from the mainland by a small 7-mile strait, and even though it is incredibly close to this busy city, life on the island remains peaceful and slow-paced.
The boat ride takes just 20 minutes from Puerto Juarez in Cancun to the main dock on the island. Once there, you can choose to either walk around, or alternatively rent a golf cart or bicycle and explore all the attractions this five mile long island has to offer.
Nature is certainly bountiful on and surrounding the island, including a stunning ocean scenery full of colorful coral reefs and teeming with friendly tropical fish; a paradise for both snorkelers and scuba divers. And the gorgeous beaches are the perfect vantage point for the most beautiful sunsets you've ever seen.
Isla Mujeres became popular in the 50's, before tourist developers even envisioned Cancun or Cozumel would become the world-class resorts they are today. Ever since those early days several hotels, shops, restaurants, and barshave been operating successfully on the island and have continued to be modernized over the years.
Plenty to see and do on the island
Isla's best beaches are on the northern most tip of the island, near the downtown area, and the pristine sea that surrounds them is as calm as a giant swimming pool. To the south lies the Garrafon National Park amidst the archaeological ruins of the Temple of the Goddess Ixchel. Also close by are the Sculpture Park, an open-air gallery, as well as breathtaking natural attractions, such as panoramic cliff views, and bountiful coral reefs teeming with marine life, ideal for snorkeling. For the more experienced, and certified divers are the reefs of Punta Norte and Manchones to the south, as well as the Cave of the Sleeping Sharks, and the sites of two sunken ships, the Ultrafreeze and a naval craft.
Also worth visiting are the Turtle Protection Center, committed to the preservation of this endangered species, and the remains of the famous pirate Fermin Antonio de Mundaca's estate. Mundaca, who was a dreaded Spanish buccaneer and slave trader, plundered the Caribbean for years until he eventually decided to settle here, and according to legend, he later fell madly in love with a Mayan Indian girl, who rejected him and left him heartbroken and depressed for the rest of his life.
Tourism and Travel to Isla Mujeres
As soon as you get off the boat and walk down the main street, you'll experience the warmth of the locals who will greet you kindly with a smile.
The island was so named by Spanish conquerors because of the many clay figurines of females discovered when they came ashore here centuries ago. Isla Mujeres is located off the coast of Cancun, separated from the mainland by a small 7-mile strait, and even though it is incredibly close to this busy city, life on the island remains peaceful and slow-paced.
The boat ride takes just 20 minutes from Puerto Juarez in Cancun to the main dock on the island. Once there, you can choose to either walk around, or alternatively rent a golf cart or bicycle and explore all the attractions this five mile long island has to offer.
Nature is certainly bountiful on and surrounding the island, including a stunning ocean scenery full of colorful coral reefs and teeming with friendly tropical fish; a paradise for both snorkelers and scuba divers. And the gorgeous beaches are the perfect vantage point for the most beautiful sunsets you've ever seen.
Isla Mujeres became popular in the 50's, before tourist developers even envisioned Cancun or Cozumel would become the world-class resorts they are today. Ever since those early days several hotels, shops, restaurants, and barshave been operating successfully on the island and have continued to be modernized over the years.
![]() |
| onholidayblog.co.uk |
Plenty to see and do on the island
Isla's best beaches are on the northern most tip of the island, near the downtown area, and the pristine sea that surrounds them is as calm as a giant swimming pool. To the south lies the Garrafon National Park amidst the archaeological ruins of the Temple of the Goddess Ixchel. Also close by are the Sculpture Park, an open-air gallery, as well as breathtaking natural attractions, such as panoramic cliff views, and bountiful coral reefs teeming with marine life, ideal for snorkeling. For the more experienced, and certified divers are the reefs of Punta Norte and Manchones to the south, as well as the Cave of the Sleeping Sharks, and the sites of two sunken ships, the Ultrafreeze and a naval craft.
Also worth visiting are the Turtle Protection Center, committed to the preservation of this endangered species, and the remains of the famous pirate Fermin Antonio de Mundaca's estate. Mundaca, who was a dreaded Spanish buccaneer and slave trader, plundered the Caribbean for years until he eventually decided to settle here, and according to legend, he later fell madly in love with a Mayan Indian girl, who rejected him and left him heartbroken and depressed for the rest of his life.
Source : http://www.cancun.com/Isla_Mujeres/
Monday, 12 August 2013
Kota Kreatif: Ujung Tombak Pengembangan Ekonomi Kreatif
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan mendukung penetapan kota kreatif di sejumlah daerah di Indonesia. Sampai saat ini, ada empat kota yang akan dikukuhkan sebagai kota kreatif dengan mengajukan empat kota di Indonesia, yakni Yogyakarta, Solo, Bandung, dan Pekalongan sebagai kota kreatif kepada lembaga PBB di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya atau UNESCO.
"Kami sudah mengajukan berkasnya kepada UNESCO serta menunjuk konsultan untuk memberikan pendampingan. Kami terus mendorong agar prosesnya bisa selesai tahun ini sehingga bisa diumumkan tahun depan," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, usai Buka Puasa Bersama dengan kalangan jurnalis Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (FORWAPAREKRAF) di Gren Alia Hotel, Rabu (31/7).


The Creative City Network diluncurkan oleh UNESCO pada Oktober 2004 melalui seleksi ketat untuk berbagai kota yang mengajukan diri sebagai kota kreatif di dunia. Mari Elka berharap, empat kota di Indonesia tersebut bisa masuk dalam jaringan kota kreatif dunia versi UNESCO dengan berbagai manfaat pertukaran informasi sekaligus promosi di dalamnya. Salah satu persyaratan penetapan gelar kota kreatif, adalah kota bersangkutan memiliki satu produk atau kegiatan yang dapat menjadi icon kreatif.
"Ini salah satu upaya kami untuk mendorong kota – kota di Indonesia agar bekerja keras mempersiapkan sarana dan prasarana baik fisik maupun nonfisik untuk menjadi kota kreatif yang dikenal masyarakat internasional. Karena, dari sebagian besar kota yang kami tawarkan, hanya beberapa saja yang memberikan tanggapan positif," katanya.
Lebih lanjut, Menparekraf menjelaskan bahwa UNESCO menentukan kategori sebagai kota kreatif dalam dua golongan yakni kota berbasis kerajinan dan kota berbasis desain. Nantinya, kota yang dinyatakan sebagai kota kreatif akan memiliki keuntungan yakni bisa belajar sebagai kota kreatif dari kota - kota di negara lain yang telah ditetapkan sebagai kota kreatif lebih dulu.
"UNESCO akan menilai urban planning concept-nya, sejauh mana konsep tersebut mendukung kreativitas masyarakatnya, serta penyediaan sarana dan prasarana tidak hanya fisik tetapi juga nonfisik, misalnya Solo yang secara reguler melakukan kegiatan pertunjukan seni di pinggir jalan setiap malam minggu," imbuhnya lagi.
Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Firmanyah Rahim melanjutkan bahwa selain keempat kota tersebut, pihaknya akan mengajukan kota – kota lain seperti Bali, Malang, dan Bukittinggi. “Kami masih akan menggodok kesiapan serta produk yang akan dikedepankan dari daerah tersebut. Misalnya, Bali dengan sejumlah kerajinannya, dan Malang dengan kegiatan animasi yang kami nilai baik,” katanya.
Dampak Positif Ekonomi Kreatif

Mengenai ekonomi kreatif yang sedang dimajukan oleh Kemenparekraf, Menparekraf kembali menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif seperti seni, bisa mendongkrak pariwisata, misalnya Gangnam Style dan The Beatles adalah contoh dimana seni membuat wisatawan datang ke Korea Selatan dan Inggris.
“Ekonomi kreatif dapat membangun citra dan identitas bangsa di mata dunia internasional,” papar Menparekraf.
Dilanjutkan Mari, kekayaan kearifan lokal yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan modal pengembangan ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif yang dimaksud Menparekraf merupakan proses yang memungkinkan terjadinya suatu pertambahan nilai, baik dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan ataupun teknologi.
Pada kesempatan tersebut, Mari menjelaskan bahwa Kemenparekraf juga selalu mensupport kegiatan yang diadakan di daerah – daerah. Sehingga kebutuhan masyarakat kreatif terhadap penyediaan ruang dapat terpenuhi. Salah satu kota yang dapat menjadi contoh kota kreatif adalah Bandung. "Bandung dapat dijadikan sebagai contoh kota kreatif. Mereka berhasil mengajak pemda setempat untuk mendukung usaha kreatifnya. Terbukti dengan adanya forum kreatif di Bandung. Kami berharap, kota lain juga memiliki semangat yang sama sehingga pengembangan ekonomi kreatif dapat dilakukan secara optimal," tutup Mari. (Puskompublik)
Source: http://www.budpar.go.id/asp/detil.asp?c=16&id=2358
"Kami sudah mengajukan berkasnya kepada UNESCO serta menunjuk konsultan untuk memberikan pendampingan. Kami terus mendorong agar prosesnya bisa selesai tahun ini sehingga bisa diumumkan tahun depan," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, usai Buka Puasa Bersama dengan kalangan jurnalis Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (FORWAPAREKRAF) di Gren Alia Hotel, Rabu (31/7).
The Creative City Network diluncurkan oleh UNESCO pada Oktober 2004 melalui seleksi ketat untuk berbagai kota yang mengajukan diri sebagai kota kreatif di dunia. Mari Elka berharap, empat kota di Indonesia tersebut bisa masuk dalam jaringan kota kreatif dunia versi UNESCO dengan berbagai manfaat pertukaran informasi sekaligus promosi di dalamnya. Salah satu persyaratan penetapan gelar kota kreatif, adalah kota bersangkutan memiliki satu produk atau kegiatan yang dapat menjadi icon kreatif.
"Ini salah satu upaya kami untuk mendorong kota – kota di Indonesia agar bekerja keras mempersiapkan sarana dan prasarana baik fisik maupun nonfisik untuk menjadi kota kreatif yang dikenal masyarakat internasional. Karena, dari sebagian besar kota yang kami tawarkan, hanya beberapa saja yang memberikan tanggapan positif," katanya.
Lebih lanjut, Menparekraf menjelaskan bahwa UNESCO menentukan kategori sebagai kota kreatif dalam dua golongan yakni kota berbasis kerajinan dan kota berbasis desain. Nantinya, kota yang dinyatakan sebagai kota kreatif akan memiliki keuntungan yakni bisa belajar sebagai kota kreatif dari kota - kota di negara lain yang telah ditetapkan sebagai kota kreatif lebih dulu.
"UNESCO akan menilai urban planning concept-nya, sejauh mana konsep tersebut mendukung kreativitas masyarakatnya, serta penyediaan sarana dan prasarana tidak hanya fisik tetapi juga nonfisik, misalnya Solo yang secara reguler melakukan kegiatan pertunjukan seni di pinggir jalan setiap malam minggu," imbuhnya lagi.
Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Firmanyah Rahim melanjutkan bahwa selain keempat kota tersebut, pihaknya akan mengajukan kota – kota lain seperti Bali, Malang, dan Bukittinggi. “Kami masih akan menggodok kesiapan serta produk yang akan dikedepankan dari daerah tersebut. Misalnya, Bali dengan sejumlah kerajinannya, dan Malang dengan kegiatan animasi yang kami nilai baik,” katanya.
Dampak Positif Ekonomi Kreatif
Mengenai ekonomi kreatif yang sedang dimajukan oleh Kemenparekraf, Menparekraf kembali menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif seperti seni, bisa mendongkrak pariwisata, misalnya Gangnam Style dan The Beatles adalah contoh dimana seni membuat wisatawan datang ke Korea Selatan dan Inggris.
“Ekonomi kreatif dapat membangun citra dan identitas bangsa di mata dunia internasional,” papar Menparekraf.
Dilanjutkan Mari, kekayaan kearifan lokal yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan modal pengembangan ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif yang dimaksud Menparekraf merupakan proses yang memungkinkan terjadinya suatu pertambahan nilai, baik dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan ataupun teknologi.
Pada kesempatan tersebut, Mari menjelaskan bahwa Kemenparekraf juga selalu mensupport kegiatan yang diadakan di daerah – daerah. Sehingga kebutuhan masyarakat kreatif terhadap penyediaan ruang dapat terpenuhi. Salah satu kota yang dapat menjadi contoh kota kreatif adalah Bandung. "Bandung dapat dijadikan sebagai contoh kota kreatif. Mereka berhasil mengajak pemda setempat untuk mendukung usaha kreatifnya. Terbukti dengan adanya forum kreatif di Bandung. Kami berharap, kota lain juga memiliki semangat yang sama sehingga pengembangan ekonomi kreatif dapat dilakukan secara optimal," tutup Mari. (Puskompublik)
Source: http://www.budpar.go.id/asp/detil.asp?c=16&id=2358
Tuesday, 2 July 2013
Menparekraf Bagikan Motivasi Untuk Anak Muda
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu menghadiri Young on Top National Confrence, sebuah kegiatan yang menghadirkan pembiacara yang telah sukses dalam bidangnya untuk memberi semangat bagi generasi muda, di Balai Kartini, 28 Juni 2013. Pada kesempatan tersebut, Menparekraf berbagi cerita mengenai perjalanan hidup yang menghantarnya menjadi seorang Menteri, termasuk suka duka dan tantangan yang dihadapinya.
“Dalam perjalanan hidup, mimpi bisa saja berubah, tergantung dengan kondisi orang bersangkutan. Hal tersebut juga terjadi pada saya, awalnya saya bermimpi menjadi guru renang, lalu menjadi penulis, namun mimpi yang berhasil saya wujudkan adalah menjadi ahli ekonomi,” ceritanya sambil mengenang masa lalu.
Diceritakan Menprekraf, dirinya sangat berterimakasih atas didikan kedua orang tua yang selalu menanamkan nilai-nilai luhur bagi dirinya. Mari teringat pesan sang ayah yang menyebutkan bahwa sebagai perempuan, dia harus memiliki penghasilan sendiri dan bisa sejajar dengan kaum laki-laki.
“Semasa sekolah, saya biasanya menghabiskan waktu untuk magang diberbagai perusahaan sesuai minat saya. Hal ini saya lakukan untuk mencari pengalaman seputar dunia kerja. Oleh karena itu, saya sarankan agar teman-teman muda rajin mengikuti kegiatan berorganisasi karena disanalah kita ditempa untuk berinteraksi dengan berbagai macam kepribadian manusia serta terlatih menyelesaikan masalah,” tambahnya lagi.
Hal menarik yang dialami Menparekraf adalah ketika dia diminta untuk kembali ke Indonesia oleh ayahnya. Pada saat itu, perbedaan budaya dan cara hidup masyarakat menjadi sebuah kendala bagi dirinya. “Seiring berjalan waktu, saya belajar bagaimana cara menyampaikan pendapat dengan cara menyenangkan sehingga pihak yang mendapat masukan dapat menerima masukan tersebut dengan senang hati,” ceritanya lebih lanjut.
Pada akhir pertemuan, Menparekraf berpesan agar anak muda mau bekerja keras dengan berani menerima tantangan baru, selalu berpikir positif, serta memperluas jaringan pergaulan dan relasi. (Puskompublik)
Monday, 1 July 2013
Pacu Jalur 2013, Tepian Pintas Danau Baru
![]() |
| Ilustrasi oto dari aditsi1.blogspot |
Pacu jalur tradisional ini telah menjadi ajang gengsi ataupun eksistensi masing-masing kecamatan.
Perhelatan tahun ini menghadirkan kembali 2 kompetitior yang kuat yaitu Pacu jalur "Lantak lah" dari danau baru berhadapan dengan jalur "Pulau Berantai Indah" kec. cenaku. menjadi yang terbaik jalur Lantak lah, sementara posisi kedua jalur Pulau berantai indah, posisi ke tiga diduduki oleh jalur Permata Biru dari Kp. Pulau kec. Rengat. Finalis akan akan dibina dan mewakili inhu di event yang lebih besar tahunan Pacu jalur yang akan diselenggarakan di kuantan Sengingi.
Thursday, 27 June 2013
Hentakan Musik Rock Promosikan Pariwisata Indonesia
Musik merupakan bahasa yang universal, bahkan
petikan dan distorsi gitar maupun tabuhan drum yang menghentak dalam musik Rock
dapat membuat pesan yang mengangkat nama baik Indonesia ke kancah internasional.
Sebuah gelaran festival Musik Rock bernama Java Rockin’land akan
diselenggarakan pada 22 – 23 Juli 2013 di Pantai Carnaval Ancol, Jakarta. Java
Rockin’land merupakan salah satu festival musik terbesar yang diselenggarakan
di Indonesia, terlebih lagi untuk genre musik Rock. Festival musik tersebut
juga mampu menyedot perhatian internasional dan mampu menarik wisatawan asing
untuk datang.
Perehelatan ini adalah sebuah usaha memajukan industri musik yang merupakan
bagian dari industry kreatif dalam rangka turut mendukung promosi pariwisata
Indonesia. Untuk itu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung
terselenggaranya Festival Java Rockin’Land yang ke 4. Hal tersebut disampaikan
oleh Menparekraf, Mari Elka Pangestu saat menghadiri jumpa pers Java
Rockin’land di Hotel Borobudur Jakarta (21/6).
“Kami mendukung acara-acara seperti ini karena sangat menunjang pariwisata dan ekonomi kreatif. Acara seperti Java Rockin’land ini memberi panggung kepada musik rock di Indonesia bukan saja kepada musisi asing tapi justru bagi musisi rock dari dalam negeri,” ungkap Menparekraf.
Penyelenggaraan acara yang bertepatan dengan waktu liburan juga dapat menarik wisatawan untuk datang ke Jakarta menikmati acara tersebut. Menparekraf juga mengingatkan bahwa terselenggaranya acara-acara musik sejenis tidak hanya berpotensi menarik wisatawan asing ke Indonesia tapi juga wisatawan dalam negeri melakukan kunjungan ke Jakarta.
Selain mengangkat potensi musisi musik tanah air melalui pagelaran musik rock, Festival Java Rockin’land juga mempromosikan Indonesia melalui portal-portal media digital seperti saluran youtube.
“Kita sudah live streaming di youtube, selain ingin mempromosikan para artis tapi juga ingin mempromosikan festival yang ada di indonesia. Tujuannya supaya kita bisa menggambarkan jika Indonesia bisa mengerjakan acara berskala internasional, cuma kami hanya bisa melakukannya melalui musik,” papar Dewi Gontha, mewakili penyelenggara acara ini.
Penggunaan media digital dalam mempromosikan festival yang diselenggarakan oleh PT. Java Festival Production ini juga menampilkan interaksi melalui Tweet Wall. Seperti yang dijelaskan oleh Dewi, apabila artis ataupun pengunjung memberikan pendapat mengenai jalannya acara tersebut maupun komentar positif lainnya maka akan ditampilkan kedalam saluran youtube dan dapat juga dilihat dan mengajak para pecinta musik diseluruh dunia untuk berinteraksi.
Festival musik Java Rockin’land akan diselenggarakan selama 2 hari, dengan menampilkan puluhan musisi dalam maupun luar negeri. Beberapa musisi tanah air yang ikut unjuk kebolehan dalam acara ini adalah pas Band, /rif, Gigi, Navicula, Morfem, Jasad, Monkey To Millionaire, Efek Rumah Kaca, Gugun Blues Shelter, Endah N Rhesa dan lainnya. Musisi luar negeri yang tampil di acara ini berasal dari Amerika, Eropa, Australia dan Asia antara lain Hello Goodbye, Kensington, grup band lawas asal Amerika Steelheart dan Sugar Ray. (Puskompublik)
Sunday, 23 June 2013
K-Pop Ujung Tombak Pariwisata Korea
![]() |
| Ilustrasi: SNSD Girls Generation 2013 Photoshoot / http://hdwallpaper2013.com |
Kepopuleran K-Pop menarik semakin banyak turis datang ke Korea sekaligus membuat hampir semua sektor di negara ini melirik industri pariwisata. Tak ketinggalan SM Entertainmet, salah satu perusahaan hiburan terbesar di Korea Selatan.
Artist talent yang telah menelurkan girlband Girls Generation dan boyband Super Junior ini baru saja mengumumkan kerja samanya dengan BT&I, salah satu agen wisata terbesar di Korea Selatan.
"Kami mencoba memperluas bisnis K-Pop ini ke sektor lain, seperti kuliner, fesyen, akomodasi, dan pameran yang semuanya diatur dalam kerja sama kami bersama BT&I," tutur Kim Young-min, CEO SM Entertainment, seperti dikutip dari CNNGo, Selasa (17/4/2012).
Ini bukan kali pertama SM Entertainment menggandeng agen wisata. Ferbuari lalu, mereka bekerja sama dengan Happy Hawaii, agen wisata yang khusus menangani turis-turis Hawaii.
Tidak hanya perusahaan hiburan, Pemerintah Korea juga semakin gencar menarik wisatawan asing ke negara ini melalui hiburan. Pada 2011, Korea Tourism Organization (KTO) membayar SM Entertainment sebesar Rp3,3 miliar untuk mengadakan pertunjukan di Prancis yang mempromosikan K-Pop dan wisata Korea.
Hasilnya cukup bagus, dari survei KTO yang dilakukan pada 3.775 penggemar K-Pop di Prancis, 9 dari 10 responden mengatakan ingin mengunjungi Korea dan lebih dari 75 persen responden mengatakan sudah berencana mengunjungi Negeri Ginseng ini.
JYP Entertainment, perusahaan hiburan yang mempopulerkan girlband Miss A dan 2PM ditunjuk Pemerintah Korea sebagai Duta Wisata Resmi 2012. Awal bulan ini, Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea membuat komite penasihat yang akan menggelar rapat bulanan untuk memastikan "Korean’s Wave" tetap populer.
Sumber: Mutya Hanifah - Okezone. http://travel.okezone.com/read/2012/04/17/407/613234/k-pop-ujung-tombak-pariwisata-korea
Friday, 21 June 2013
MONUMEN AGRESI
![]() |
| Tugu Agresi |
Monumen yang menggambarkan sejarah perjuangan rakyat di kab. INHU dalam mempertahankan kemerdekaan saat Agresi II Belanda. Berada di pinggir sungai, di sekitar kawasan terdapat taman dan fasilitas olahraga. Selain itu monumen ini berada tepat di depan rumah dinas Bupati Kabupaten Indragiri Hulu
Thursday, 20 June 2013
TAK KENAL MAKA TAK SAYANG
![]() |
| Mari Elka Pangestu, menparekraf yang baru |
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau disingkat Kemenparekraf adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dipimpin oleh seorang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparenkraf) yang sejak tanggal 19 Oktober 2011 dijabat oleh Mari Elka Pangestu.
Wednesday, 19 June 2013
Industri Kreatif sebagai Daya Tarik Wisata Indonesia
KUTA, KOMPAS.com — Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) akan memetakan industri kreatif yang bisa menjadi andalan dan berpotensi besar sebagai daya tarik pariwisata Indonesia.
"Jadi creative tourism itu dipetakan sehingga kami membuat semacam road map karena selama ini creative tourism belum ditata," kata Ketua BPPI Yanti Sukamdani pada pelaksanaan lokakarya "Indonesia Creative Tourism" di Kuta, Kabupaten Badung, Jumat (31/5/2013).
Sementara itu, lanjutnya, untuk pariwisata berbasiskan budaya, wisatawan sudah semakin ingin menikmati dan ikut terlibat dalam kreativitas komunitas lokal. Dengan demikian, industri kreatif dari budaya masyarakat Indonesia itu akan menyokong perkembangan industri pariwisata di tengah persaingan dengan destinasi wisata lainnya baik regional ASEAN maupun internasional.
"Jika sudah ada grand design dan road map, maka para pelaku pariwisata bisa fokus sesuai fungsinya masing-masing memajukan pariwisata. Kita bisa bergerak cepat mengejar ketertinggalan dari Malaysia dan Singapura, misalnya, yang potensi wisatanya tidak sebanyak Indonesia, tetapi kenyataannya mereka lebih maju," ungkap Yanti.
Sumber : www.antara.co.id
Editor : kadek
Tuesday, 18 June 2013
Sekilas Pariwisata
Pariwisata atau turisme adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi oleh Organisasi Pariwisata Dunia.
Definisi yang lebih lengkap, turisme adalah industri jasa. Mereka menangani jasa mulai dari transportasi, jasa keramahan, tempat tinggal,makanan, minuman, dan jasa bersangkutan lainnya seperti bank, asuransi, keamanan, dll. Dan juga menawarkan tempat istrihat, budaya, pelarian, petualangan, dan pengalaman baru dan berbeda lainnya.
Banyak negara, bergantung banyak dari industri pariwisata ini sebagai sumber pajak dan pendapatan untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan. Oleh karena itu pengembangan industri pariwisata ini adalah salah satu strategi yang dipakai oleh Organisasi Non-Pemerintah untuk mempromosikan wilayah tertentu sebagai daerah wisata untuk meningkatkan perdagangan melalui penjualan barang dan jasa kepada orang non-lokal.
Menurut Undang Undang No. 10/2009 tentang Kepariwisataan, yang dimaksud dengan pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah Daerah
Monday, 17 June 2013
"WE ARE YOUTH OF TODAY WITH CREATIVITY AND ENTHUSIASM"
Terimakasih kepada rekan-rekan Bloggers, Facebookers, Surfer yang telah mengunjungi Blog ini, di bawah tertera statistik Hit Traffic Blog yang menunjukkan progres yang cukup signifikan selama blog ini di "established" yang lebih kurang dari tiga hari tertulis sejak Entry ini di posting. Semoga blog ini bermanfaat untuk masyarakat secara umum serta sebagai apresiasi kinerja bagi karyawan-karyawati secara khusus di Bidang Pariwisata: Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kabupaten Indragiri Hulu.
"WE ARE YOUTH OF TODAY WITH CREATIVITY AND ENTHUSIASM" Fitrah, S.S
INDUSTRI PARIWISATA: Indonesia Dinilai Punya 3 Daya Saing Utama
Ilustrasi/Jibiphoto
Rio Sandy Pradana
JAKARTA–Indonesia dinilai lebih siap dalam persaingan di bidang pariwisata karena memiliki tiga kelebihan, yakni daya tarik, iklim tropis, dan penduduk yang ramah.
Anggota DPD RI Bangka Belitung Bahar Buasan mengatakan hal itu harus disikapi dengan sistem pengembangan pariwisata yang efektif. Dimulai dengan pengembangan aset pariwisata yang mencakup alam dan lingkungan sosial.
Selanjutnya, investasi, promosi, dan pembinaan. Investasi penting untuk membangun aksesibilitas dan akomodasi demi mendukung atraksi.
“Langkah selanjutnya adalah menjaga citra bangsa yang memerlukan kerjasama seluruh pelaku pariwisata. Hal ini tentunya juga tidak terlepas dari partisipasi penduduk destinasi setempat,” ujarnya dalam seminar nasional Revitalisasi Industri Pariwisata & Kewirausahaan Nasional untuk Peningkatan Daya Saing Bangsa di Jakarta, Selasa (5/3).
Dia menambahkan untuk menarik investasi dan wisatawan dapat dengan empat aktivitas. Pertama, mengembangkan positioning yang kuat.
Kedua, merancang insentif yang menarik bagi investor. Ketiga, menawarkan produk dan jasa secara efisien dan mudah diakses. Keempat, mempromosikan daya tarik dan manfaat daerah. (JIBI/aw)
Source: http://www.kabar24.com/index.php/industri-pariwisata-indonesia-dinilai-punya-3-daya-saing-utama/
Kedua, merancang insentif yang menarik bagi investor. Ketiga, menawarkan produk dan jasa secara efisien dan mudah diakses. Keempat, mempromosikan daya tarik dan manfaat daerah. (JIBI/aw)
Source: http://www.kabar24.com/index.php/industri-pariwisata-indonesia-dinilai-punya-3-daya-saing-utama/
Promosi Kekayaan Indonesia Hak Seluruh Anak Bangsa
Generasi muda Indonesia memiliki hak yang sama untuk mempromosikan kesenian dan kebudayaannya melalui caranya masing-masing, tidak menutup kemungkinan bagi generasi muda berkebutuhan khusus. Mereka pun anak muda yang layak mendapat kesempatan untuk ikut mengharumkan nama bangsa melalui seni pertunjukan dan budaya.
Melihat fakta tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan pendukungan terhadap pertunjukan Tari dan Tari Musikal "Danshare" Share Through Dance, Care To Share, yang merupakan ajang pertunjukan tari yang diadakan atas kerjasama Gigi Foundation dengan Yayasan Ikatan Sindroma Down Indonesia dan Yayasan Keluarga Tuna Rungu Sehjira.
"Kami mengapresiasi penyelenggaraan program yang dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk berpartisipasi dalam mengisi kemerdekaan dengan cara mengekspresikan diri melalui pertunjukan seni dan budaya. Kami juga mengapresiasi kecintaan mereka terhadap seni pertunjukan dan budaya," kata Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Kemenparekraf, Ahman Sya di Balairung Soesilo Soedarman, saat akan dilaksanakan pergelaran 9 Juni 2013.
Pada kesempatan tersebut, Ahman memberi apresiasi terhadap dedikasi Gigi Foundation dan Gigi Arts of Dance yang memberikan kesempatan berkarya kepada pecinta seni tari dengan berkebutuhan khusus melalui pertunjukan seni tari. Selanjutnya sebanyak 44 penari murid Gigi Art of Dance akan melakukan misi seni dan budaya serta mempromosikan ragam seni tari Indonesia ke kota-kota Seattle, New York, dan Washington DC, AS pada 21 Juni - 5 Juli mendatang, bekerjasama dengan KBRI di Washington DC.
Dirjen EKSB berharap, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh seniman dan seluruh masyarakat bahwa kesenian adalah milik semua warga tanpa terkecuali. "Diharapkan melalui pertunjukan seni, penonton terhibur. Sekiranya, kita semua dapat memahami bahwa seni dapat dinikmati dan diapresiasi tanpa melihat segala keterbatasan yang ada," lanjutnya.
Sementara itu, Miss Gigi dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa misi yang diusung oleh Gigi Arts of Dance kali ini adalah menceritakan budaya Indonesia pada masyarakat internasional dengan menggunakan Bahasa Inggris. "Kami tidak menerapkan pakem khusus dalam tarian yang ditampilkan. Hal yang kami lakukan adalah memadu padankan segala macam jenis tarian baik yang berasal dari dalam dan luar negeri. Dengan begitu, lebih mudah bagi kami untuk menarik minat kaum muda dalam mengenal kebudayaan Indonesia," jelasnya.
Melalui tari, lanjutnya, anak down sindrome dapat berekspresi dengan cara yang tepat. Namun, hal tersebut bukan berarti tanpa tantangan. Dirinya selaku pelatih, perlu mengetahui dan memahami kondisi emosional anak-anak tersebut sehingga dapat melakukan sistem pengajaran dengan optimal. (Puskompublik)
Souce : http://www.budpar.go.id/asp/detil.asp?id=2279
Melihat fakta tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan pendukungan terhadap pertunjukan Tari dan Tari Musikal "Danshare" Share Through Dance, Care To Share, yang merupakan ajang pertunjukan tari yang diadakan atas kerjasama Gigi Foundation dengan Yayasan Ikatan Sindroma Down Indonesia dan Yayasan Keluarga Tuna Rungu Sehjira.
"Kami mengapresiasi penyelenggaraan program yang dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk berpartisipasi dalam mengisi kemerdekaan dengan cara mengekspresikan diri melalui pertunjukan seni dan budaya. Kami juga mengapresiasi kecintaan mereka terhadap seni pertunjukan dan budaya," kata Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Kemenparekraf, Ahman Sya di Balairung Soesilo Soedarman, saat akan dilaksanakan pergelaran 9 Juni 2013.
Pada kesempatan tersebut, Ahman memberi apresiasi terhadap dedikasi Gigi Foundation dan Gigi Arts of Dance yang memberikan kesempatan berkarya kepada pecinta seni tari dengan berkebutuhan khusus melalui pertunjukan seni tari. Selanjutnya sebanyak 44 penari murid Gigi Art of Dance akan melakukan misi seni dan budaya serta mempromosikan ragam seni tari Indonesia ke kota-kota Seattle, New York, dan Washington DC, AS pada 21 Juni - 5 Juli mendatang, bekerjasama dengan KBRI di Washington DC.
Dirjen EKSB berharap, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh seniman dan seluruh masyarakat bahwa kesenian adalah milik semua warga tanpa terkecuali. "Diharapkan melalui pertunjukan seni, penonton terhibur. Sekiranya, kita semua dapat memahami bahwa seni dapat dinikmati dan diapresiasi tanpa melihat segala keterbatasan yang ada," lanjutnya.
Sementara itu, Miss Gigi dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa misi yang diusung oleh Gigi Arts of Dance kali ini adalah menceritakan budaya Indonesia pada masyarakat internasional dengan menggunakan Bahasa Inggris. "Kami tidak menerapkan pakem khusus dalam tarian yang ditampilkan. Hal yang kami lakukan adalah memadu padankan segala macam jenis tarian baik yang berasal dari dalam dan luar negeri. Dengan begitu, lebih mudah bagi kami untuk menarik minat kaum muda dalam mengenal kebudayaan Indonesia," jelasnya.
Melalui tari, lanjutnya, anak down sindrome dapat berekspresi dengan cara yang tepat. Namun, hal tersebut bukan berarti tanpa tantangan. Dirinya selaku pelatih, perlu mengetahui dan memahami kondisi emosional anak-anak tersebut sehingga dapat melakukan sistem pengajaran dengan optimal. (Puskompublik)
Souce : http://www.budpar.go.id/asp/detil.asp?id=2279
Subscribe to:
Posts (Atom)










